Category: Bahaya Pernikahan Dini

Waspada, Pernikahan Dibawah Umur Meningkatkan Kanker Serviks

weddingsjm.com – Kanker merupakan salah satu jenis penyakit yang sangat mematikan dan membuat rasa cemas bagi siapa saja yang mengalaminya, terutama bagi para wanita yang sangat rentan terhadap penyakit mematikan ini. Salah satu jenis kanker yang sering mengancam keselamat jiwa wanita yaitu kanker serviks. WHO mencatat hampir dari 80% masyarakat di dunia bersiko tinggi mengalami kanker pada leher rahim ini.

Waspada, Pernikahan Dibawah Umur Meningkatkan Kanker Serviks

Ada beberapa faktor penyebab yang meningkatnya penderita kanker serviks ini, yaitu pola makan tidak sehat, gaya hidup yang buruk, sering bergunta-ganti partner hubungan intim, dan pernikahan dibawah usia. Seperti yang telah dibicarakan oleh MENKES RI yaitu Prof.Dr Nila Djuwita F. Moeloek dalam salah satu hari peringatan kanker sedunia yang jatuh pada tanggal 4 Februari 2016 ini, mengungkapkan bahwa, menikah pada usia yang masih muda akan meningkatkan resiko terkena kanker serviks, karena secara fisik wanita yang masih tergolong belia tersebut belum benar-benar matang, dan dilihat dari segi psikologisnya memungkinkan hubungan mereka tidak akan tahan lama, atau kawin cerai dan jelas kondisi tersebut akan mempengaruhi perilaku seksnya, dimana wanita tersebut akan bergunta-ganti pasangan pada saat berhubungan intim, tentunya hal ini yang perlu dihindari.

Walaupun sangat berbahaya dan tergolong mematikan, namun kanker serviks ini dapat dicegah, yaitu salah satunya dengan sering melakukan pap smear & IVA atau Inspeksi Visual Asam asetat serta dengan melakukan Biopsi aspirasi jarum halus. Maka denga begitu dapat mendeteksi keberadaan sel kanker pada leher rahim tersebut sejak dini.

Perlu di waspadai akan bahaya kanker serviks ini bagi para wanita, karena ketika kanker ini menyerang maka besar kemungkinan wanita tersebut tidak dapat mengandung. Untuk itu kita harus menjaga kesehatan kita dengan menjaga pola dan gaya hidup sehat serta lakukan pemeriksaan secara rutin untuk memastikan kondisi tubuh kita sehat. Selain itu jug, hindari asam rokok, serta biasakan melakukan aktivitas olah raga, diet sehat serta mengontrol emosi dan menghindari stres.

Demikan informasi mengenai Waspada, Pernikahan Dibawah Umur Meningkatkan Kanker Serviks yang bisa kami sampaikan. Semoga ulasan singkat ini mengingatkan kita untuk lebih menjaga kesehatan dan bisa memperkecil resiko terkena kanker yang mematikan ini.

Bahaya Pernikahan Usia Dini Untuk Kesehatan

Bahaya Pernikahan Usia Dini Untuk Kesehatan

Alasan Mengapa Nikah Dini Berbahaya Untuk Kesehatan

Data Unicef menunjukkan lebih dari 700 juta wanita di dunia Menikah sebelum berusia 18 tahun. Sebanyak 280 juta anak perempuan kini bahkan jadi ‘pengantin anak.’ Dalam International Conference on Family Planning (ICFP) 2016 di Nusa Dua, organisasi global, Girls Not Bride mencoba menjelaskan Bahaya Pernikahan Usia Muda Untuk Kesehatan Ibu Dan Calon Anak.

Bahaya Pernikahan Usia Dini Untuk Kesehatan

  • Risiko hamil di usia remaja
    ‘Pengantin anak’ dapat jadi ibu diusia dini. Ini lantaran setelah menikah maka tahapan selanjutnya yang dapat dijalani wanita yaitu hamil dan melahirkan anak.
  • Melahirkan di usia dini berisiko kematian
    Ketika wanita melahirkan pada usia yang belum matang, nyawa mereka berisiko tinggi. Terjadinya komplikasi saat persalinan salah satunya mendorong kematian pada anak-anak perempuan berusia 15-19 tahun di negara-negara terbelakang. Anak perempuan yang melahirkan pada rentang usia tersebut banyak yang meninggal.
  • Daya tahan tubuh anak lemah
    Bayi-bayi yang lahir dari tubuh ibu yang masih muda kebanyakan mempunyai daya tahan tubuh lemah, terutama sepekan pertama setelah lahir. Kematian bayi yang dilahirkan dari ibu berusia di bawah 20 tahun lebih tinggi di bandingkan di atas 20 tahun. ‘Pengantin anak’ pun cenderung mempunyai bayi dengan berat badan rendah saat lahir. Efek bagi kesehatan umumnya berlangsung jangka panjang. (Baca juga : Obat Herbal Penambah Berat Badan Anak).
  • Pengetahuan kesehatan, khususnya tentang KB minim
    ‘Pengantin anak,’ khususnya perempuan kurang berpengetahuan luas mengenai Keluarga Berencana (KB), kesehatan seksual, reproduksi, dan alat kontrasepsi. Mereka membutuhkan akses pengetahuan lebih terkait hal ini.
  • Tidak menikah di usia dini mengurangi angka kematian ibu
    Negara dengan banyak penduduk yang menjalani pernikahan dini biasanya mempunyai tingkat kematian ibu tinggi. Ketika anak perempuan memiliki akses ke berbagai layanan kesehatan seksual dan reproduksi, termasuk juga pendidikan seksual dan KB, mereka dapat memutuskan kapan dan berapa jumlah anak yang dilahirkan.